ALUMUNIUM yang biasanya menjadi pilihan kedua selain kusen kayu. Kusen berbahan aluminium memiliki material yang tahan keropos karena tidak mungkin dimakan rayap. Selain itu bahan Alumunium juga tahan lama dan dapat didesain sesuai pesanan. Perawatan kusen alumunium terbilang cukup mudah dan sederhana. Hanya saja variasi bentuk dan modelnya terbatas lantaran kusen alumunium merupakan standar pabrik.
Beberapa tahun belakangan ini banyak rumah maupun gedung perkantoran menggunakan kusen pintu ataupun jendela alumunium. Hal ini adalah wajar mengingat beberapa keunggulannya dibanding kusen kayu. Terlebih lagi kusen alumunium tidak akan dimakan rayap sehingga bisa dipakai dalam jangka waktu lama tanpa rasa khawatir. Seperti yang diketahui, di Tanah Air hal-hal yang berbau kayu biasanya rentan dimakan rayap.
alumkaca.com bergerak dibidang jasa kusen alumunium dengan harga yang sangat terjangkau tapi tidak mengurangi kualitas dan kuntitas produk kami.
Dengan harga dimulai dari Rp.75.000/ml(tergantung volume pemesanan).
Mengenal bahan aluminium terbaik dan terkini untuk keindahan dan kekuatan rumah yang diidamkan dgn pemakaian bahan aluminium terbaik seperti : Alexindo, Hampton dan Alko dengan berbagai macam warna seperti : silver, putih, coklat dan serat kayu tentunya dengan harga yang kompetitif. Spesifikasi bahan yaitu Kusen 3″ dan 4″ Alexindo, Hampton, Alko & Serat Kayu
Sektor industri otomotif, untuk membuat bak truk dan komponen kendaraan bermotor.
untuk membuat badan pesawat terbang.
Sektor pembangunan perumahan;untuk kusen pintu dan jendela.
Sektor industri makanan ,untuk kemasan berbagai jenis produk.
Sektor lain, misal untuk kabel listrik, perabotan rumah tangga dan barang kerajinan.
Membuattermit,yaitu campuran serbuk aluminium dengan serbuk besi (III) oksida, digunakan untuk mengelas baja ditempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api.Beberapa senyawa Aluminium juga banyak penggunaannya, antara lain:
Tawas (K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O)
Tawas mempunyai rumus kimia KSO4.AL2.(SO4)3.24H2O. Tawas digunakan untuk menjernihkan air pada pengolahan air minum.
Alumina (Al2O3)
Alumin dibedakan atas alfa0allumina dan gamma-allumina. Gamma-alumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 di bawah 4500C. Gamma-alumina digunakan untuk pembuatan aluminium, untuk pasta gigi, dan industri keramik serta industri gelas. Alfa-allumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 pada suhu diatas 10000C. Alfa-allumina terdapat sebagai korundum di alam yang digunakan untuk amplas atau grinda. Batu mulia, seperti rubi, safir, ametis, dan topaz merupakan alfa-allumina yang mengandung senyawa unsur logam transisi yang memberi warna pada batu tersebut. Warna-warna rubi antara lain:
– Rubi berwarna merah karena mengandung senyawa kromium (III)
– Safir berwarna biru karena mengandung senyawa besi(II), besi(III) dan titan(IV)
– Ametis berwarna violet karena mengandung senyawa kromium (III) dan titan (IV)
– Topaz berwarna kuning karena mengandung besi (III)
Adopted by @_pararaja
Dan kami alumkaca.com mengunakan bahan alumunium untuk design jendela dan pintu.banyak model pintu dan jendela yang dapat kita pilih.
saat ini harga mulai dari Rp. 75.000/ml ( Tergantung volume pemesanan)
Alumunium yang model dan bahan tahan lama selain toko,ruko sampai kantor besar dipelosok jakarta sekarang menggunakan dari bahan alumunium.
Penghantar listrik dan panas yang baik walaupun tidak sebaik tembaga. Karena memiliki daya hantar listrik yang baik ini aluminium digunakan pada kabel listrik menggantikan tembaga yang harganya lebih mahal.
Mempunyai warna yang stabil seolah-olah tidak berkarat. Hal ini disebabkan aluminium sangat cepat bereaksi dengan dengan oksigen yang terdapat di udara menghasilkan aluminium oksida. Oksida yang terbentuk tidak mudah terkelupas sehingga dapat melindungi permukaan aluminium yang ada dibagian bawah agar tidak terjadi oksidai berlanjut. Selain berupa lapisan tipis, oksida yang terbentuk merupakan lapisan tembus cahaya sehingga aluminium seolah-olah tidak berubah (tetap mengkilat).
Permukaannya tidak perlu di cat karena sudah cukup bagus dan menarik.
Serbuk aluminium yang sangat halus tampak mengkilat seperti logam aslinya sehingga sering dicampur pada minyak cat (vernis) menghasilkan cat metalik yang harganya relatif labih mahal dibanding cat biasa. Cat-cat metalik kebanyakan digunakan pada barang-barang mewah, karena dengan penambahan aluminium, cat dapat memantulkan cahaya yang lebih banyak.
Tidak bereaksi dengan asam atau bahan kimia lain yang terdapat dalam bahan makanan. Oleh karena itu aluminium banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan alat-alat rumah tangga misanya panci. Dan aluminium dijadikan kertas aluminium yang sangat tipis yang digunakan sebagai pembungkus rokok, gula, bumbu masak dan beberapa keperluan lain.
Paduan 95% aluminium dengan 5% unsur lain seperti Cu, Mg, dan Mn dapat digunakan menggantikan fungsi besi walaupun tidak sekuat besi. Misalnya dalam pembuatan kusen pintu dan jendela.
Logam alumunium punya sifat tidak beracun sama sekali dibawah ini ada beberapa penjelasan mengapa logam alumuniun tidak beracun sama sekali.
Logam alumunium punya sifat tidak beracun sama sekali. Ia berada pada urutan ketiga setelah oksigen dan silikon unsur yang paling banyak di kerak bumi. Beberapa senyawa alumunium juga secara alami terbentuk dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari.
Berikut sifat alumium jika bereaksi dengan senyawa atau unsur yang lain:
a. Reaksi Alumunium dengan Udara Bebas
Aluminium tidak bisa beraksi dengan udara kering, tetapi dalam udara yang lebih lembab ia akan membentuk lapisan oksida di permukaannya. Jika sobat pernal lihat timbangan pasar yang terbuah alumunium, timbangan tersebut pada saaat musim penghujan sering timbul lapisan oksida yang mirip kaya jamur. Lapisan yang terbentuk sangat tipis sekitar 10-8 m tetapi mampu mengcegah alumunium dari reaksi oksidasi lanjutan dan mencegahnya bereaksi dengan asam encer. lapisan tipis ini juga tidak dapat ditembus air. Hal tersebut sangat berbeda dengan besi yang menciptakan lapisan oksida yang berlubang sehingga mudah terjadi korosi besi. Alumunium yang terkar oleh oksigen gakan menghasilkan kilauan cahaya.
b. Reaksi Aluminium dengan Air.
Salah satu sifat alumunium yang unik adalah dalam keadaan murni ia tidak bereaksi dengan air tetapi dalam bentuk campurannya bisa bereaksi dengan air (korosi). Contohnya seperti pada campuran Amalgam aluminium (Al-Hg) digunakan sebagai zat reduktor karena ia bisa bereaksi dengan ari.
c. Reaksi dengan Nitrogen
Aluminium dapat bereeaksi dengan nitrogen membenttuk aluminium nitrida.
2Al + N2 → 2AlN
d. Reaksi dengan Oksida Logam
Aluminium dapat mereduksi oksida logam seperti Fe2O3, Cr2O3, dan Mn3O4 menjadi logamnya dengan mengeluarkan energi panas yang sangat tinggi. Pada reduksi Fe2O3 dihasilkan suhu hingga 3.000oC. Dengan suhu setinggi itu, logam besi (Fe) dapat meleleh dan bisa digunakan untuk mengelas logam. Proses oksidasi ini disebut dengan proses termit. Reaksinya
Fe2O3 + 2Al Al2O3(s) + Fe(l) ΔH = -852kJ
e. Reaksi dengan Asam dan Basa
Sifat alumunium salah satunya bisa laruta dalam basa kuat dan asam kuat seperti sodium hidroksida (NaOH) dan asam klorida (HCl) atau asam sulfat (H2SO4) berikut reaksinya
Dari artikel sebelumnya kami telah menjelaskan bebrapa merek dari kusen alumunium untuk pembuatan dan pemasangan jendela ataupun pintu kusen alumunium.
Beberapa produsen yang biasa digunakan kontraktor alumunium mauoun sendiri ataupun proyek yaitu:
YKK
ALEXINDO
ALCOMEXINDO
DACON
Dari keempat produk kusen alumunium tersebut,bahan yang paling mahal dan kualitasnya paling baik adalah alumunium YKK, sedangkan bahan yang cukup kuat adalah alumunium ALEXINDO. kenpa hanya dua kusen tersebut yang dijelaskan? kali ini kami akan memberikan gambaran kusen berkualitas berdasarkan Brand-nya.
Kelebihan kusen Aalumunium YKK mempunyai dasar permukaan yang halus, ketebalan platnya dijamin lebih tebal dibandingkan merek lain. dan dari segi tampilan warna kusen merek ini menyediakan pilihan warna yaitu silver, silver Glossy, dan coklat Glossy.
kami alumkaca.com menawarkan harga mulai dari Rp 65.000/ml (Tergantung volume pemesanan)
085774070476, PINTU KUSEN ALUMUNIUM ,JENDELA KUSEN ALUMUNIUM,TUKANG KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA.
Alumunium 99% tanpa tambahan logam paduan apapun dan dicetak dalam keadaan biasa, hanya memiliki kekuatan tensil sebesar 90 MPa, terlalu lunak untuk penggunaan yang luas sehingga seringkali aluminium dipadukan dengan logam lain.
2. ALUMUNIUM PADUAN
Elemen paduan yang umum digunakan pada alumunium adalah silikon, magnesium, tembaga, seng, mangan, dan juga lithium sebelum tahun 1970.
Secara umum, penambahan logam paduan hingga konsentrasi tertentu akan meningkatkan kekuatan tensil dan kekerasan, serta menurunkan titik lebur. Jika melebihi konsentrasi tersebut, umumnya titik lebur akan naik disertai meningkatnya kerapuhan akibat terbentuknya senyawa, kristal, atau granula dalam logam.
Namun, kekuatan bahan paduan alumunium tidak hanya bergantung pada konsentrasi logam paduannya saja, tetapi juga bagaimana proses perlakuannya hingga alumunium siap digunakan, apakah dengan penempaan, perlakuan panas, penyimpanan, dan sebagainya.
3. PADUAN ALUMUNIUM-SILIKON
Paduan alumunuium dengan silikon hingga 15% akan memberikan kekerasan dan kekuatan tensil yang cukup besar, hingga mencapai 525 MPa pada alumunium paduan yang dihasilkan pada perlakuan panas. Jika konsentrasi silikon lebih tinggi dari 15%, tingkat kerapuhan logam akan meningkat secara drastis akibat terbentuknya kristal granula silika.
4.PADUAN ALUMUNIUM-MAGNESIUM
Keberadaan magnesium hingga 15,35% dapat menurunkan titik lebur logam paduan yang cukup drastis, dari 660 oC hingga 450 oC. Namun, hal ini tidak menjadikan alumunium paduan dapat ditempa menggunakan panas dengan mudah karena korosi akan terjadi pada suhu di atas 60 oC. Keberadaan magnesium juga menjadikan logam paduan dapat bekerja dengan baik pada temperatur yang sangat rendah, di mana kebanyakan logam akan mengalami
failure pada temperatur tersebut.
5. PADUAN ALUMUNIUM-TEMBAGA
Paduan aluminium-tembaga juga menghasilkan sifat yang keras dan kuat, namun rapuh. Umumnya, untuk kepentingan penempaan, paduan tidak boleh memiliki konsentrasi tembaga di atas 5,6% karena akan membentuk senyawa CuAl2 dalam logam yang menjadikan logam rapuh.
6. PADUAN ALUMUNIUM-MANGAN
Penambahan mangan memiliki akan berefek pada sifat dapat dilakukan pengerasan tegangan dengan mudah (work-hardening) sehingga didapatkan logam paduan dengan kekuatan tensil yang tinggi namun tidak terlalu rapuh.
Selain itu, penambahan mangan akan meningkatkan titik lebur paduan alumunium.
7. PADUAN ALUMUNIUM-SENG
Paduan alumunium dengan seng merupakan paduan yang paling terkenal karena merupakan bahan pembuat badan dan sayap pesawat terbang. Paduan ini memiliki kekuatan tertinggi dibandingkan paduan lainnya, alumunium dengan 5,5% seng dapat memiliki kekuatan tensil sebesar 580 MPa dengan elongasi sebesar 11% dalam setiap 50 mm bahan. Bandingkan dengan alumunium dengan 1% magnesium yang memiliki kekuatan tensil sebesar 410 MPa namun memiliki elongasi sebesar 6% setiap 50 mm bahan.
8. PADUAN ALUMUNIUM-LITHIUM
Lithium menjadikan paduan alumunium mengalami pengurangan massa jenis dan peningkatan modulus elastisitas; hingga konsentrasi sebesar 4% lithium, setiap penambahan 1% lithium akan mengurangi massa jenis paduan sebanyak 3% dan peningkatan modulus elastisitas sebesar 5%. Namun aluminium-lithium tidak lagi diproduksi akibat tingkat reaktivitas lithium yang tinggi yang dapat meningkatkan biaya keselamatan kerja.
9. PADUAN ALUMUNUIM-SKANDIUM
Penambahan skandium ke alumunium membatasi pemuaian yang terjadi pada paduan, baik ketika pengelasan maupun ketika paduan berada di lingkungan yang panas. Paduan ini semakin jarang diproduksi, karena terdapat paduan lain yang lebih murah dan lebih mudah diproduksi dengan karakteristik yang sama, yaitu paduan titanium. Paduan Al-Sc pernah digunakan sebagai bahan pembuat pesawat tempur Rusia, MIG, dengan konsentrasi Sc antara 0,1-0,5% (Zaki, 2003, dan Schwarz, 2004).
10. Paduan Aluminium-Besi
Besi (Fe) juga kerap kali muncul dalam alumunium paduan sebagai suatu “kecelakaan”. Kehadiran besi umumnya terjadi ketika pengecoran dengan menggunakan cetakan besi yang tidak dilapisi batuan kapur atau keramik. Efek kehadiran Fe dalam paduan adalah berkurangnya kekuatan tensil secara signifikan, namun diikuti dengan penambahan kekerasan dalam jumlah yang sangat kecil. Dalam paduan 10% silikon, keberadaan Fe sebesar 2,08% mengurangi kekuatan tensil dari 217 hingga 78 MPa, dan menambah skala Brinnel dari 62 hingga 70. Hal ini terjadi akibat terbentuknya kristal Fe-Al-X, dengan X adalah paduan utama alumunium selain Fe.
Kelemahan alumunium paduan adalah pada ketahanannya terhadap lelah (fatigue). Aluminium paduan tidak memiliki batas lelah yang dapat diperkirakan seperti baja, yang berarti failure akibat fatigue dapat muncul dengan tiba-tiba bahkan pada beban siklik yang kecil.
Satu kelemahan yang dimiliki alumunium murni dan paduan adalah sulit memperkirakan secara visual kapan alumunium akan mulai melebur, karena alumunium tidak menunjukkan tanda visual seperti baja yang bercahaya kemerahan sebelum melebur.
11. ALUMUNIUM PADUAN COR
Alumunium dapat dicor di cetakan pasir/tanah liat, cetakan besi, atau cetakan baja dengan diberi tekanan. Logam cor dapat lebih cepat mengeras jika dicor dengan cetakan logam, sehingga akan menghasilkan efek yang sama seperti efek quenching, yaitu memperkeras logam.
Pengecoran dengan besi harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan intrusi besi ke dalam paduan, menyebabkan paduan memiliki komposisi yang tidak diinginkan. Proses pengecoran, selain harus terbebas dari pengotor pencetaknya, juga harus terbebas dari uap air. Alumunium, dalam temperatur tinggi, dapat bereaksi dengan uap air membentuk alumunium hidroksida dan gas hidrogen. Aluminium cair, sepeti logam cair pada umumnya, dapat melarutkan gas tersebut, dan ketika logam mulai mendingin dan menjadi padat, gelembung-gelembung hidrogen akan terbentuk di dalam logam, menyebabkan logam menjadi berpori-pori dan menyebabkan logam semakin rapuh.
Untuk mencegah keberadaan gas hidrogen dalam logam, pengecoran sebaiknya dilakukan dalam keadaan kering dan tidak lembab serta logam tidak dilelehkan pada temperatur jauh di atas titik lelehnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanur listrik, namun hal ini akan meningkatkan biaya produksi.
Komposisi utama alumunium paduan cor pada umumnya adalah tembaga, silikon, dan magnesium. Al-Cu memberikan keuntungan yaitu kemudahan dalam pengecoran dan memudahkan pengerjaan permesinan. Al-Si memmberikan kemudahan dalam pengecoran, kekuatan, ketahanan pada temperatur tinggi, dan pemuaian yang rendah. Sifat pemuaian merupakan sifat yang penting dalam logam cor dan ekstrusi, yang pada umumnya merupakan bagian dari mesin. Al-Mg juga memberikan kekuatan, dan lebih baik dibandingkan Al-Si karena memiliki ketahanan yang lebih tinggi hingga logam mengalami deformasi plastis (elongasi). Namun konsentrasi lebih dari 10% dapat mengurangi kemudahan dalam pengecoran.
KAMI SIAP MELAYANI pembuatan dan pemsangan kusen alumuniun di buaran dan sekitarnya.
Dengan harga yang sangat bersaing Rp.75.000/ml (tergantung volume pemesanan).
AlumKaca.com adalah usaha dibidang jasa Aluminium. Kami terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan kami. AlumKaca.com dapat mengerjakan pemasangan, pembuatan serta pengerjaan seperti :
Berbagai macam jenis kaca dan jenis alumunium telah ada di tempat kami. Dengan memberikan HARGA PABRIK kepada semua konsumen kami, semoga dengan adanya HARGA PABRIK ini dapat membuat konsumen merasakan kepuasan karena harga yang cukup terjangkau.
Solusi yang tepat untuk design Rumah,Kantor, Gedung-gedung yang ada disekitar kita.
Dari artikel sebelumnya sudah saya jelaskan mengenai kekuatan alumunium, manfaat alumunium, kegunaan dari alumunium itu sendiri. dan sekarang saya jelaskan cara pengolahan alumunium sebelum digunakan.
Alumunium dibuat menurut proses Hall-heroult yang ditemukan oleh Charles M. Hall di Amerika Serikat dan Paul Heroult tahun 1886. Pengolahan alumunium dan bauksit meliputi 2 tahap :
1. Pemurnian bauksit untuk meperoleh alumina murni.
2. Peleburan / reduksi alumina dangan elektrolisis
Pemurnian bauksit melalui cara :
a. Ba direaksikan dengana NaOH(q) . Alumunium oksida akan larut membentuk NaCl(OH)4.
b. Larutan disaring lalu filtrat yang mengandung NaAl(OH)4 diasamkan dengan mengalirkan gas CO2 Al mengendap sebagai Al(OH)3
c. Al(OH)3 disaring lalu dikeringkan dan dipanaskan sehingga diperoleh Al2O3 tak berair. Bijih –bijih Alumunium yang utama antara lain:
– bauksit
– mika
– tanah liat
PELEBURAN ALUMINA
Peleburan ini menggunakan sel elektrolisis yang terdiri atas wadah dari besi berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode (-) sedang anode (+) adalah grafit. Campuran Al2O3 dengan kriolit dan AlF3 dipanaskan hingga mencair dan pada suhu 950 C kemudian dielektrolisis . Al yang terbentuk berupa zat cair dan terkumpul di dasar wadah lalu dikeluarkan secara periodik ke dalam cetakan untuk mendapat alumunium batangan (ingot). Anode grafit terus menerus dihabiskan karena bereaksi dengan O2 sehingga harus diganti dari waktu ke waktu. Untuk mendapat 1 Kg Al dihabiskan 0,44 anode grafit. 2Al2O3 +3C 4Al + 3CO2
Beberapa nijih Al yang utama :
1. Bauksit (Al2O3. 2H2O)
2. Mika (K-Mg-Al-Slilkat)
3. Tanah liat (Al2Si2O7.2H2O)
Alumunium ada di alam dalam bentuk silikat maupun oksida, yaitu antara lain :
– sebagai silikat misal feldspar, tanah liat, mika
– sebagai oksida anhidrat misal kurondum (untuk amril)
– sebagai hidrat misal bauksit
– sebagai florida misal kriolit.
Gambar Pengolahan Alumunium
Gambar Proses Pembuatan Alumununium
PENGGUNAAN ALUMUNIUM
Beberapa penggunaan alumunium antara lain:
1. Sektor industri otomotif, untuk membuat bak truk dan komponen kendaraan bermotor.
2. untuk membuat badan pesawat terbang.
3. Sektor pembangunan perumahan;untuk kusen pintu dan jendela.
4. Sektor industri makanan ,untuk kemasan berbagai jenis produk.
5. Sektor lain, misal untuk kabel listrik, perabotan rumah tangga dan barang kerajinan.
6. Membuat termit, yaitu campuran serbuk alumunium dengan serbuk besi (III) oksida, digunakan untuk mengelas baja ditempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api. Beberapa senyawa Alumunium juga banyak penggunaannya, antara lain:
1. Tawas (K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O)
Tawas mempunyai rumus kimia KSO4.AL2.(SO4)3.24H2O. Tawas digunakan untuk menjernihkan air pada pengolahan air minum.
2. Alumina (Al2O3)
Alumin dibedakan atas alfa0allumina dan gamma-allumina. Gamma-alumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 di bawah 4500C. Gamma-alumina digunakan untuk pembuatan alumunium, untuk pasta gigi, dan industri keramik serta industri gelas. Alfa-allumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 pada suhu diatas 10000C. Alfa-allumina terdapat sebagai korundum di alam yang digunakan untuk amplas atau grinda. Batu mulia, seperti rubi, safir, ametis, dan topaz merupakan alfa-allumina yang mengandung senyawa unsur logam transisi yang memberi warna pada batu tersebut. Warna-warna rubi antara lain:
– Rubi berwarna merah karena mengandung senyawa kromium (III)
– Safir berwarna biru karena mengandung senyawa besi(II), besi(III) dan titan(IV)
– Ametis berwarna violet karena mengandung senyawa kromium (III) dan titan (IV)
– Topaz berwarna kuning karena mengandung besi (Dalam kegunaan dan manfaat.
manfaat dan kegunaan alumunium diusaha kami menggunakan alumunium untuk pembuatan kusen jendela dan pintu sliding,pintu geser kamar sampai pembatas ruangan anda.
Saatnya beralih kekusen alumunium selain bahan tahan korosi, ringan, dan kulitas terjamin yang terpenting harga sangat bersaing.
Kami siap pembuatan dan pemasangan didaerah TANGERANG
Dengan tenaga ahli yang kami punya.