Tag Archives: TUKANG ALUMUNIUM SERPONG

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM BSD SERPONG, PINTU KUSEN ALUMUNIUM BSD SERPONG.

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM BSD SERPONG, SEKAT RUANGAN KUSEN ALUMUNIUM KACA ONE WAY BSD SERPONG, JENDELA CASEMENT BSD SERPONG, PINTU GESER KUSEN ALUMUNIUM BSD SERPONG.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

 

 

Dari artikel sebelum nya kami menuliskan tentang cara pembuatan dan pemasangan kusen alumunium bentuk pintu dan jendela untuk rumah, kantor, gedung atau ruko anda.

Untuk saat ini kami akan memberi sedikit tips tentang Rumah seperti dibawah ini:

Rumah adalah hunian dimana sebagian besar aktivitas dilakukan, termasuk bersantai bersama keluarga atau melepas lelah setelah seharian  disibukkan dengan pekerjaan. Rumah yang nyaman dan tertata adalah dambaan setiap penghuninya. Oleh karena itu, menata rumah merupakan sesuatu yang harus sering dilakukan.

Berikut akan diulas mengenai cara menata rumah minimalis berbagai type agar tampak lebih menarik dan cantik.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

1. Memilih Pintu Rumah

Pintu adalah wajah dari rumah Anda. Untuk mendapatkan rumah yang tertata rapi, Anda tentu harus terlebih dahulu memiliki pintu rumah.

Hal ini bisa disiasati dengan memiliki jenis pintu rumah yang dapat Anda gunakan sebagai pintu rumah Anda. Saat ini sudah banyak model design kusen alumunium disediakan yang bisa Anda pilih untuk digunakan pada  milik Anda.

Dalam memilih dan menata pintu rumah, Anda harus memastikan ukuran pintu yang tepat dan sesuai sebelum dipasang dan ditata.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

alumkaca.com

KUSEN ALUMUNUIM BSD SERPONG, PINTU ALUMUNIUMBSD SERPONG,JENDELA ALUMUNIUM,JASA ALUMUNIUM BSD SERPONG, TUKANG ALUMUNIUM

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

alumkaca.com

PINTU KUSEN ALUMUNIUM, SEKAT /PARTISI KUSEN ALUMUNIUM.

 

2. Menata Lorong Rumah

Cara Menata Rumah yang kedua adalah menata lorong rumah. Biasanya, pada beberapa rumah terdapat lorong dari pintu yang menuju ke ruang tamu.

Ada juga lorong yang menuju ruang keluarga, atau ruangan lain dalam rumah. rumah yang berlorong, anda bisa menata bagian ini dengan meletakkan gantungan jaket, atau cermin, atau rak sepatu agar tampak rapi. Bisa juga menambahkan meja telepon.

Lorong rumah biasanya memiliki ukuran ruang yang sempit, sehingga anda harus jeli dan cermat bagaimana cara menata rumah yang sempit agar terlihat luas.

Walaupun tidak semua rumah memiliki lorong yang satu ini, namun ada beberapa rumah yang memiliki lorong dari ruang keluarga menuju ruang makan dan dapur bersih. Bisa disiasati dengan menaruh bingkai foto di dinding atau meja di sudut lorong.

  • Meletakkan alas kaki setelah pintu masuk.
  • Meletakkan gantungan jaket di sisi kiri atau kanan pintu.
  • Menambahkan rak sepatu ukuran sedang.
  • Menambahkan pot bunga ukuran sedang.
  • Meletakkan cermin di dinding lorong.
  • Meletakkan meja telepon.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

alumkaca.com

PINTU KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM, JASA KUSEN ALUMUNIUM

3. Mengurangi Sekat

Cara menata rumah yang ketiga adalah mengurangi sekat/pembatas dalam ruangan. Sebenarnya tidak mengapa jika Anda ingin menggunakan sekat/pembatas dalam rumah.

Namun, sekat atau pembatas antar ruangan biasanya justru makin mempersempit ruangan. Oleh karena itu, pengurangan jumlah sekat dalam ruangan adalah salah satu cara jitu untuk membuat rumah Anda terlihat lebih lapang dan lega.

Misalnya, Anda dapat menghilangkan sekat antara ruang keluarga dan ruang keluarga. Bisa juga dengan menghilangkan sekat antara lorong rumah dan ruang tamu.

  • Hilangkan sekat antara ruang makan dan dapur bersih.
  • Hilangkan sekat antara lorong pintu depan dan ruang tamu.
  • Hilangkan sekat antara ruang keluarga dan ruang makan.

 

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

4. Memilih Cat

Cara menata rumah yang keempat adalah memilih Warna cat yang tahan lama dan water proof hal ini sangat berguna untuk membuat tatanan rumah Anda lebih cantik dan menarik.

Anda bisa menyiasati hal ini dengan  dengan menggunakan cat water proof untuk memberi perlindungan dari hujan dan air. Hal ini juga membantu menghilangkan efek yang disebabkan tembok dinding lembab dan berjamur yang membuat dinding rumah tampak kotor.

Yang harus anda ketahui juga adalah jika anda memiliki rumah berukauran kecil pilihlah Warna cat sesuai selera dan pastinya rumah yang sempit bisa terlihat luas. Biasanya warna yang tepat untuk cat rumah kecil agar terliaht luas adalah warna putih, biru, kuning, abu-abu.

Cat pada rumah juga berfungsi menutupi kekurangan yang ada pada dinding, seperti dinding yang kusam atau berlubang. Mengecat rumah dengan cat yang tahan lama dan tidak mudah luntur juga termasuk solusi jitu dalam menata rumah. Pilihlah cat yang awet dan anti jamur.

  • Pilihlah warna yang cocok dengan rumah Anda.
  • Pilihlah cat water proof untuk perlindungan.
  • Pilih cat yang warnanya tahan lama.

5. Menata Furniture

Cara menata rumah yang kelima adalah menata furniture yang ada dalam rumah Anda. Sesuaikan dan tempatkan sofa yang Anda akan pilih dengan ruangan di dalam rumah Anda.

Jika Anda memiliki ruang tamu atau ruang keluarga yang kecil, sebaiknya pilihlah sofa yang pas untuk rumah anda sehingga terlihat tidak penuh tapi tetap elegan. Untuk penataan meja di ruang tamu dan ruang keluarga Anda, pilihlah meja yang agak memanjang agar dapat diletakkan di tengah-tengah sofa.

Anda juga bisa menyiasati hal ini dengan menambahkan beberapa meja kecil di sudut ruangan. Namun, jangan meletakkan terlalu banyak meja.

Trik lainnya adalah menambahkan vas bunga tinggi atau guci untuk tampilan yang lebih menarik.

  • Tempatkan sofa menempel pada tembok.
  • Letakkan meja kecil di sudut ruangan.
  • Hindari menaruh terlalu banyak kursi.
  • Hindari pula peletakan meja yang terlalu banyak.
  • Tambahkan jok pada bagian atas kursi untuk kenyamanan.
  • Pilih furniture yang sewarna dengan cat rumah.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

 

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA, PINTU KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA.

JASA KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM, SPESIALIS KUSEN ALUMUNIUM, TUKANG KUSEN ALUMUNIUM.

 

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

Pada artikel sebelumnya telah diulas mengenai kusen alumunium YKK, pada artikel ini Jasa kusen alumunium ALUMKACA.COM akan mengulas mengenai kusen Alumunium Alexindo. Alumunium merek alexindo ini merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan oleh klien kami karena harganya yang lebih murah jika dibandingkan dengan YKK, namun meskipun harganya lebih murah, secara kualitas merek alexindo cukup bagus dan kuat.

Aluminium Alexindo merupakan produk alumunium yang diproduksi oleh PT. Aluminium Extrusion Indonesia (ALEXINDO), perusahaan ini sudah cukup lama berdiri di Indonesia sehingga tidak mengherankan jika alumunium alexindo sudah banyak digunakan untuk bangunan gedung atau rumah. Selain banyak digunakan di Indonesia, Alexindo juga telah banyak digunakan untuk konstruksi bangunan di berbagai negara seperti Kuwait, Uni Emirate Arab, Kamboja, Singapura, Hongkong, dan masih banyak negara lainnya. Jadi secara kualitas produk alumunium ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi.

Spesifikasi Kusen Aluminium Alexindo

Kusen Alumunium Alexindo dari segi finishing warna cukup baik dan halus. Terdapat pilihan warna standard yaitu silver, coklat, dan hitam, yang merupakan warna anodize (pewarnaan lapisan aluminium untuk mencegah oksidasi) yang dilakukan langsung oleh pabrik. Selain warna anodize anda juga bisa memilih warna lain yang tidak standart, yaitu warna yang di cat . Anda bisa memilih warna untuk disesuaikan dengan konsep ruangan, gedung, atau rumah.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

alumkaca.com

SEKAT RUANGAN KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM.

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM TANGERANG, SEKAT RUANGAN KUSEN ALUMUNIUM TANGERANG.

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM PAMULANG, SPESIALIS KUSEN ALUMUNIUM PAMULANG.

JASA KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM  CIPUTAT, PINTU KUSEN ALUMUNIUM CIPUTAT.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

 

Dari artikel sebelumnya sudah saya jelaskan mengenai kekuatan alumunium, manfaat alumunium, kegunaan dari alumunium itu sendiri. dan sekarang saya jelaskan cara pengolahan alumunium sebelum digunakan.

PENGOLAHAN ALUMUNIUM

 

SEKAT RUANGAN KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM.

 

Alumunium dibuat menurut proses Hall-heroult yang ditemukan oleh Charles M. Hall di Amerika Serikat dan Paul Heroult tahun 1886. Pengolahan alumunium dan bauksit meliputi 2 tahap :
1. Pemurnian bauksit untuk meperoleh alumina murni.
2. Peleburan / reduksi alumina dangan elektrolisis
Pemurnian bauksit melalui cara :

a. Ba direaksikan dengana NaOH(q) . Alumunium oksida akan larut membentuk NaCl(OH)4.
b. Larutan disaring lalu filtrat yang mengandung NaAl(OH)4 diasamkan dengan mengalirkan gas CO2 Al mengendap sebagai Al(OH)3
c. Al(OH)3 disaring lalu dikeringkan dan dipanaskan sehingga diperoleh Al2O3 tak berair. Bijih –bijih Alumunium yang utama antara lain:

– bauksit
– mika
– tanah liat

PELEBURAN ALUMINA

Peleburan ini menggunakan sel elektrolisis yang terdiri atas wadah dari besi berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode (-) sedang anode (+) adalah grafit. Campuran Al2O3 dengan kriolit dan AlF3 dipanaskan hingga mencair dan pada suhu 950 C kemudian dielektrolisis . Al yang terbentuk berupa zat cair dan terkumpul di dasar wadah lalu dikeluarkan secara periodik ke dalam cetakan untuk mendapat alumunium batangan (ingot). Anode grafit terus menerus dihabiskan karena bereaksi dengan O2 sehingga harus diganti dari waktu ke waktu. Untuk mendapat 1 Kg Al dihabiskan 0,44 anode grafit. 2Al2O3 +3C 4Al + 3CO2
Beberapa nijih Al yang utama :
1. Bauksit (Al2O3. 2H2O)
2. Mika (K-Mg-Al-Slilkat)
3. Tanah liat (Al2Si2O7.2H2O)
Alumunium ada di alam dalam bentuk silikat maupun oksida, yaitu antara lain :
– sebagai silikat misal feldspar, tanah liat, mika
– sebagai oksida anhidrat misal kurondum (untuk amril)
– sebagai hidrat misal bauksit
– sebagai florida misal kriolit.

Gambar Pengolahan Alumunium

Gambar Proses Pembuatan Alumununium

PENGGUNAAN ALUMUNIUM

Beberapa penggunaan alumunium antara lain:

1. Sektor industri otomotif, untuk membuat bak truk dan komponen kendaraan bermotor.
2. untuk membuat badan pesawat terbang.
3. Sektor pembangunan perumahan;untuk kusen pintu dan jendela.
4. Sektor industri makanan ,untuk kemasan berbagai jenis produk.
5. Sektor lain, misal untuk kabel listrik, perabotan rumah tangga dan barang kerajinan.
6. Membuat termit, yaitu campuran serbuk alumunium dengan serbuk besi (III) oksida, digunakan untuk mengelas baja ditempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api. Beberapa senyawa Alumunium juga banyak penggunaannya, antara lain:

1. Tawas (K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O)
Tawas mempunyai rumus kimia KSO4.AL2.(SO4)3.24H2O. Tawas digunakan untuk menjernihkan air pada pengolahan air minum.
2. Alumina (Al2O3)
Alumin dibedakan atas alfa0allumina dan gamma-allumina. Gamma-alumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 di bawah 4500C. Gamma-alumina digunakan untuk pembuatan alumunium, untuk pasta gigi, dan industri keramik serta industri gelas. Alfa-allumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 pada suhu diatas 10000C. Alfa-allumina terdapat sebagai korundum di alam yang digunakan untuk amplas atau grinda. Batu mulia, seperti rubi, safir, ametis, dan topaz merupakan alfa-allumina yang mengandung senyawa unsur logam transisi yang memberi warna pada batu tersebut. Warna-warna rubi antara lain:
– Rubi berwarna merah karena mengandung senyawa kromium (III)
– Safir berwarna biru karena mengandung senyawa besi(II), besi(III) dan titan(IV)
– Ametis berwarna violet karena mengandung senyawa kromium (III) dan titan (IV)
– Topaz berwarna kuning karena mengandung besi (Dalam kegunaan dan manfaat.

manfaat dan kegunaan alumunium diusaha kami menggunakan alumunium untuk pembuatan kusen jendela dan pintu sliding,pintu geser kamar sampai pembatas ruangan anda.

Saatnya beralih kekusen alumunium selain bahan tahan korosi, ringan, dan kulitas terjamin yang terpenting harga sangat bersaing.

Kami siap melayani pembuatan dan pemasangan dikantor, ruko ,gedung dan rumah anda.
Dengan tenaga ahli yang kami punya.

PINTU GESER KUSEN ALUMUNIUM

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

085774070476, PINTU ALUMUNIUM JAKARTA,JENDELA ALUMUNIUM JAKARTA,TUKANG ALUMUNIUM JAKARTA

085774070476, PINTU KUSEN  ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM ,TUKANG KUSEN ALUMUNIUM

Alumunium Zamannya sekarang

Alumunium zaman nya sekarang selain Tidak berkarat cocok dengan rumah rumah type minimalis yang dibangun era  sekarang.

Baik rumah minimalis atau klasik tapi design jendela dan pintu bisa kita rubah lagi lagi dengan harga yang terjangkau banyak model pintu sekarang seperti sleding d00r pintu bisa kita buka dengan cara digeser.

 

HARGA MULAI DARI Rp.75000/ML (Tergantung volume pemesanan)

alumkaca.com

JENDELA KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM PAMULANG, PINTU KUSEN ALUMUNIUM PAMULANG.

JENDELA KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM SERPONG, JASA KUSEN ALUMUNIUM SERPONG, SPESIALIS KUSEN ALUMUNIUM SERPONG.

 

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

Logam alumunium punya sifat tidak beracun sama sekali dibawah ini ada beberapa penjelasan mengapa logam alumuniun tidak beracun sama sekali.

Logam alumunium punya sifat tidak beracun sama sekali. Ia berada pada urutan ketiga setelah oksigen dan silikon unsur yang paling banyak di kerak bumi. Beberapa senyawa alumunium juga secara alami terbentuk dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari.

Berikut sifat alumium jika bereaksi dengan senyawa atau unsur yang lain:

a. Reaksi Alumunium dengan Udara Bebas

Aluminium tidak bisa beraksi dengan udara kering, tetapi dalam udara yang lebih lembab ia akan membentuk lapisan oksida di permukaannya. Jika sobat pernal lihat timbangan pasar yang terbuah alumunium, timbangan tersebut pada saaat musim penghujan sering timbul lapisan oksida yang mirip kaya jamur. Lapisan yang terbentuk sangat tipis sekitar 10-8 m tetapi mampu mengcegah alumunium dari reaksi oksidasi lanjutan dan mencegahnya bereaksi dengan asam encer. lapisan tipis ini juga tidak dapat ditembus air. Hal tersebut sangat berbeda dengan besi yang menciptakan lapisan oksida yang berlubang sehingga mudah terjadi korosi besi. Alumunium yang terkar oleh oksigen gakan menghasilkan kilauan cahaya.

b. Reaksi Aluminium dengan Air.

Salah satu sifat alumunium yang unik adalah dalam keadaan murni ia tidak bereaksi dengan air tetapi dalam bentuk campurannya bisa bereaksi dengan air (korosi). Contohnya seperti pada campuran Amalgam aluminium (Al-Hg) digunakan sebagai zat reduktor karena ia bisa bereaksi dengan ari.

c. Reaksi dengan Nitrogen

Aluminium dapat bereeaksi dengan nitrogen membenttuk aluminium nitrida.

2Al + N2 → 2AlN

d. Reaksi dengan Oksida Logam

Aluminium dapat mereduksi oksida logam seperti Fe2O3, Cr2O3, dan Mn3O4 menjadi logamnya dengan mengeluarkan energi panas yang sangat tinggi. Pada reduksi Fe2O3 dihasilkan suhu hingga 3.000oC. Dengan suhu setinggi itu, logam besi (Fe) dapat meleleh dan bisa digunakan untuk mengelas logam. Proses oksidasi ini disebut dengan proses termit. Reaksinya

Fe2O3 + 2Al Al2O3(s) + Fe(l) ΔH = -852kJ

e. Reaksi dengan Asam dan Basa

Sifat alumunium salah satunya bisa laruta dalam basa kuat dan asam kuat seperti sodium hidroksida (NaOH) dan asam klorida (HCl) atau asam sulfat (H2SO4) berikut reaksinya

2AL + 2NaOH + 2H2O → 2NaAlO2 + 3H2 (reaksi dengan NaOH)
2Al + 6HCl → 2AlCl3 + 3H2 (reaksi dengan HCl)
2Al + 3H2SO4 → Al2(SO4)3 + 3H2 (reaksi dengan H2SO4)

ADA BEBERAPA GAMBAR DIBAWAH INI DARI KAMI DESIGN PINTU DAN JENDELA ALUMUNIUM YANG SUDAH TERPASANG.

PINTU KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM,SEKAT/PARTISI RUANGAN KUSEN ALUMUNIUM

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM PAMULANG, PINTU KUSEN ALUMUNIUM PAMULANG.

SEKAT/PARTISI RUANGAN KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

 

Dari artikel sebelumnya sudah saya jelaskan mengenai kekuatan alumunium, manfaat alumunium, kegunaan dari alumunium itu sendiri. dan sekarang saya jelaskan cara pengolahan alumunium sebelum digunakan.

PENGOLAHAN ALUMUNIUM

 

SEKAT RUANGAN KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM.

 

Alumunium dibuat menurut proses Hall-heroult yang ditemukan oleh Charles M. Hall di Amerika Serikat dan Paul Heroult tahun 1886. Pengolahan alumunium dan bauksit meliputi 2 tahap :
1. Pemurnian bauksit untuk meperoleh alumina murni.
2. Peleburan / reduksi alumina dangan elektrolisis
Pemurnian bauksit melalui cara :

a. Ba direaksikan dengana NaOH(q) . Alumunium oksida akan larut membentuk NaCl(OH)4.
b. Larutan disaring lalu filtrat yang mengandung NaAl(OH)4 diasamkan dengan mengalirkan gas CO2 Al mengendap sebagai Al(OH)3
c. Al(OH)3 disaring lalu dikeringkan dan dipanaskan sehingga diperoleh Al2O3 tak berair. Bijih –bijih Alumunium yang utama antara lain:

– bauksit
– mika
– tanah liat

PELEBURAN ALUMINA

Peleburan ini menggunakan sel elektrolisis yang terdiri atas wadah dari besi berlapis grafit yang sekaligus berfungsi sebagai katode (-) sedang anode (+) adalah grafit. Campuran Al2O3 dengan kriolit dan AlF3 dipanaskan hingga mencair dan pada suhu 950 C kemudian dielektrolisis . Al yang terbentuk berupa zat cair dan terkumpul di dasar wadah lalu dikeluarkan secara periodik ke dalam cetakan untuk mendapat alumunium batangan (ingot). Anode grafit terus menerus dihabiskan karena bereaksi dengan O2 sehingga harus diganti dari waktu ke waktu. Untuk mendapat 1 Kg Al dihabiskan 0,44 anode grafit. 2Al2O3 +3C 4Al + 3CO2
Beberapa nijih Al yang utama :
1. Bauksit (Al2O3. 2H2O)
2. Mika (K-Mg-Al-Slilkat)
3. Tanah liat (Al2Si2O7.2H2O)
Alumunium ada di alam dalam bentuk silikat maupun oksida, yaitu antara lain :
– sebagai silikat misal feldspar, tanah liat, mika
– sebagai oksida anhidrat misal kurondum (untuk amril)
– sebagai hidrat misal bauksit
– sebagai florida misal kriolit.

Gambar Pengolahan Alumunium

Gambar Proses Pembuatan Alumununium

PENGGUNAAN ALUMUNIUM

Beberapa penggunaan alumunium antara lain:

1. Sektor industri otomotif, untuk membuat bak truk dan komponen kendaraan bermotor.
2. untuk membuat badan pesawat terbang.
3. Sektor pembangunan perumahan;untuk kusen pintu dan jendela.
4. Sektor industri makanan ,untuk kemasan berbagai jenis produk.
5. Sektor lain, misal untuk kabel listrik, perabotan rumah tangga dan barang kerajinan.
6. Membuat termit, yaitu campuran serbuk alumunium dengan serbuk besi (III) oksida, digunakan untuk mengelas baja ditempat, misalnya untuk menyambung rel kereta api. Beberapa senyawa Alumunium juga banyak penggunaannya, antara lain:

1. Tawas (K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O)
Tawas mempunyai rumus kimia KSO4.AL2.(SO4)3.24H2O. Tawas digunakan untuk menjernihkan air pada pengolahan air minum.
2. Alumina (Al2O3)
Alumin dibedakan atas alfa0allumina dan gamma-allumina. Gamma-alumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 di bawah 4500C. Gamma-alumina digunakan untuk pembuatan alumunium, untuk pasta gigi, dan industri keramik serta industri gelas. Alfa-allumina diperoleh dari pemanasan Al(OH)3 pada suhu diatas 10000C. Alfa-allumina terdapat sebagai korundum di alam yang digunakan untuk amplas atau grinda. Batu mulia, seperti rubi, safir, ametis, dan topaz merupakan alfa-allumina yang mengandung senyawa unsur logam transisi yang memberi warna pada batu tersebut. Warna-warna rubi antara lain:
– Rubi berwarna merah karena mengandung senyawa kromium (III)
– Safir berwarna biru karena mengandung senyawa besi(II), besi(III) dan titan(IV)
– Ametis berwarna violet karena mengandung senyawa kromium (III) dan titan (IV)
– Topaz berwarna kuning karena mengandung besi (Dalam kegunaan dan manfaat.

manfaat dan kegunaan alumunium diusaha kami menggunakan alumunium untuk pembuatan kusen jendela dan pintu sliding,pintu geser kamar sampai pembatas ruangan anda.

Saatnya beralih kekusen alumunium selain bahan tahan korosi, ringan, dan kulitas terjamin yang terpenting harga sangat bersaing. Kami siap pembuatan dan pemasangan dikantor,gedung,ruko,dan rumah anda.

Dengan tenaga ahli yang kami punya.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

PINTU GESER KUSEN ALUMUNIUM .

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM SERPONG, PINTU KUSEN ALUMUNIUM SERPONG

JASA KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM, TUKANG KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM.

 

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA.

PINTU KUSEN ALUMUNIUM KECAMATAN SETU, JENDELA KUSEN KECAMATAN SERPONG.

 

Alumkaca.com bergerak dibidang jasa pembuatan dan pemasangan pintu dan jendela kusen alumunium.

Penjelasan tentang alumunium murni dibawah ini :

1. ALUMUNIUM MURNI

Alumunium 99% tanpa tambahan logam paduan apapun dan dicetak dalam keadaan biasa, hanya memiliki kekuatan tensil sebesar 90 MPa, terlalu lunak untuk penggunaan yang luas sehingga seringkali aluminium dipadukan dengan logam lain.

2. ALUMUNIUM PADUAN

Elemen paduan yang umum digunakan pada alumunium adalah silikon, magnesium, tembaga, seng, mangan, dan juga lithium sebelum tahun 1970.
Secara umum, penambahan logam paduan hingga konsentrasi tertentu akan meningkatkan kekuatan tensil dan kekerasan, serta menurunkan titik lebur. Jika melebihi konsentrasi tersebut, umumnya titik lebur akan naik disertai meningkatnya kerapuhan akibat terbentuknya senyawa, kristal, atau granula dalam logam.
Namun, kekuatan bahan paduan alumunium tidak hanya bergantung pada konsentrasi logam paduannya saja, tetapi juga bagaimana proses perlakuannya hingga alumunium siap digunakan, apakah dengan penempaan, perlakuan panas, penyimpanan, dan sebagainya.

3. PADUAN ALUMUNIUM-SILIKON

Paduan alumunuium dengan silikon hingga 15% akan memberikan kekerasan dan kekuatan tensil yang cukup besar, hingga mencapai 525 MPa pada alumunium paduan yang dihasilkan pada perlakuan panas. Jika konsentrasi silikon lebih tinggi dari 15%, tingkat kerapuhan logam akan meningkat secara drastis akibat terbentuknya kristal granula silika.

4.PADUAN ALUMUNIUM-MAGNESIUM

Keberadaan magnesium hingga 15,35% dapat menurunkan titik lebur logam paduan yang cukup drastis, dari 660 oC hingga 450 oC. Namun, hal ini tidak menjadikan alumunium paduan dapat ditempa menggunakan panas dengan mudah karena korosi akan terjadi pada suhu di atas 60 oC. Keberadaan magnesium juga menjadikan logam paduan dapat bekerja dengan baik pada temperatur yang sangat rendah, di mana kebanyakan logam akan mengalami
failure pada temperatur tersebut.

5. PADUAN ALUMUNIUM-TEMBAGA

Paduan aluminium-tembaga juga menghasilkan sifat yang keras dan kuat, namun rapuh. Umumnya, untuk kepentingan penempaan, paduan tidak boleh memiliki konsentrasi tembaga di atas 5,6% karena akan membentuk senyawa CuAl2 dalam logam yang menjadikan logam rapuh.

6. PADUAN ALUMUNIUM-MANGAN

Penambahan mangan memiliki akan berefek pada sifat dapat dilakukan pengerasan tegangan dengan mudah (work-hardening) sehingga didapatkan logam paduan dengan kekuatan tensil yang tinggi namun tidak terlalu rapuh.
Selain itu, penambahan mangan akan meningkatkan titik lebur paduan alumunium.

7. PADUAN ALUMUNIUM-SENG

Paduan alumunium dengan seng merupakan paduan yang paling terkenal karena merupakan bahan pembuat badan dan sayap pesawat terbang. Paduan ini memiliki kekuatan tertinggi dibandingkan paduan lainnya, alumunium dengan 5,5% seng dapat memiliki kekuatan tensil sebesar 580 MPa dengan elongasi sebesar 11% dalam setiap 50 mm bahan. Bandingkan dengan alumunium dengan 1% magnesium yang memiliki kekuatan tensil sebesar 410 MPa namun memiliki elongasi sebesar 6% setiap 50 mm bahan.

8. PADUAN ALUMUNIUM-LITHIUM

Lithium menjadikan paduan alumunium mengalami pengurangan massa jenis dan peningkatan modulus elastisitas; hingga konsentrasi sebesar 4% lithium, setiap penambahan 1% lithium akan mengurangi massa jenis paduan sebanyak 3% dan peningkatan modulus elastisitas sebesar 5%. Namun aluminium-lithium tidak lagi diproduksi akibat tingkat reaktivitas lithium yang tinggi yang dapat meningkatkan biaya keselamatan kerja.

9. PADUAN ALUMUNUIM-SKANDIUM

Penambahan skandium ke alumunium membatasi pemuaian yang terjadi pada paduan, baik ketika pengelasan maupun ketika paduan berada di lingkungan yang panas. Paduan ini semakin jarang diproduksi, karena terdapat paduan lain yang lebih murah dan lebih mudah diproduksi dengan karakteristik yang sama, yaitu paduan titanium. Paduan Al-Sc pernah digunakan sebagai bahan pembuat pesawat tempur Rusia, MIG, dengan konsentrasi Sc antara 0,1-0,5% (Zaki, 2003, dan Schwarz, 2004).
10. Paduan Aluminium-Besi
Besi (Fe) juga kerap kali muncul dalam alumunium paduan sebagai suatu “kecelakaan”. Kehadiran besi umumnya terjadi ketika pengecoran dengan menggunakan cetakan besi yang tidak dilapisi batuan kapur atau keramik. Efek kehadiran Fe dalam paduan adalah berkurangnya kekuatan tensil secara signifikan, namun diikuti dengan penambahan kekerasan dalam jumlah yang sangat kecil. Dalam paduan 10% silikon, keberadaan Fe sebesar 2,08% mengurangi kekuatan tensil dari 217 hingga 78 MPa, dan menambah skala Brinnel dari 62 hingga 70. Hal ini terjadi akibat terbentuknya kristal Fe-Al-X, dengan X adalah paduan utama alumunium selain Fe.
Kelemahan alumunium paduan adalah pada ketahanannya terhadap lelah (fatigue). Aluminium paduan tidak memiliki batas lelah yang dapat diperkirakan seperti baja, yang berarti failure akibat fatigue dapat muncul dengan tiba-tiba bahkan pada beban siklik yang kecil.
Satu kelemahan yang dimiliki alumunium murni dan paduan adalah sulit memperkirakan secara visual kapan alumunium akan mulai melebur, karena alumunium tidak menunjukkan tanda visual seperti baja yang bercahaya kemerahan sebelum melebur.

11. ALUMUNIUM PADUAN COR

Alumunium dapat dicor di cetakan pasir/tanah liat, cetakan besi, atau cetakan baja dengan diberi tekanan. Logam cor dapat lebih cepat mengeras jika dicor dengan cetakan logam, sehingga akan menghasilkan efek yang sama seperti efek quenching, yaitu memperkeras logam.
Pengecoran dengan besi harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan intrusi besi ke dalam paduan, menyebabkan paduan memiliki komposisi yang tidak diinginkan. Proses pengecoran, selain harus terbebas dari pengotor pencetaknya, juga harus terbebas dari uap air. Alumunium, dalam temperatur tinggi, dapat bereaksi dengan uap air membentuk alumunium hidroksida dan gas hidrogen. Aluminium cair, sepeti logam cair pada umumnya, dapat melarutkan gas tersebut, dan ketika logam mulai mendingin dan menjadi padat, gelembung-gelembung hidrogen akan terbentuk di dalam logam, menyebabkan logam menjadi berpori-pori dan menyebabkan logam semakin rapuh.
Untuk mencegah keberadaan gas hidrogen dalam logam, pengecoran sebaiknya dilakukan dalam keadaan kering dan tidak lembab serta logam tidak dilelehkan pada temperatur jauh di atas titik lelehnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanur listrik, namun hal ini akan meningkatkan biaya produksi.
Komposisi utama alumunium paduan cor pada umumnya adalah tembaga, silikon, dan magnesium. Al-Cu memberikan keuntungan yaitu kemudahan dalam pengecoran dan memudahkan pengerjaan permesinan. Al-Si memmberikan kemudahan dalam pengecoran, kekuatan, ketahanan pada temperatur tinggi, dan pemuaian yang rendah. Sifat pemuaian merupakan sifat yang penting dalam logam cor dan ekstrusi, yang pada umumnya merupakan bagian dari mesin. Al-Mg juga memberikan kekuatan, dan lebih baik dibandingkan Al-Si karena memiliki ketahanan yang lebih tinggi hingga logam mengalami deformasi plastis (elongasi). Namun konsentrasi lebih dari 10% dapat mengurangi kemudahan dalam pengecoran.

KAMI SIAP MELAYANI pembuatan dan pemsangan kusen alumuniun di SERPONG dan sekitarnya.

Dengan harga yang sangat bersaing 65.000/ml (tergantung volume pemasagan).
WEB ALUMKACA.COM
EMAIL ALUMKACA@YAHOO.COM

KUSEN ALUMUNIUM JENDELA DAN PINTU

 

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

085774070476,JASA KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA.

JENDELA KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA, PINTU KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA, SPESIALIS KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA, JASA KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA,TUKANG KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA.

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

alumkaca.com

PINTU KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM.

Alumkaca.com bergerak dibidang jasa pembuatan dan pemasangan pintu dan jendela kusen alumunium.

 

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

085774070476, PINTU ALUMUNIUM JAKARTA,JENDELA ALUMUNIUM JAKARTA,TUKANG ALUMUNIUM JAKARTA

085774070476, PINTU KUSEN ALUMUNIUM,
JENDELA ALUMUNIUM,TUKANG KUSEN ALUMUNIUM

Penjelasan tentang alumunium murni dibawah ini :

1. ALUMUNIUM MURNI

Alumunium 99% tanpa tambahan logam paduan apapun dan dicetak dalam keadaan biasa, hanya memiliki kekuatan tensil sebesar 90 MPa, terlalu lunak untuk penggunaan yang luas sehingga seringkali aluminium dipadukan dengan logam lain.

2. ALUMUNIUM PADUAN

Elemen paduan yang umum digunakan pada alumunium adalah silikon, magnesium, tembaga, seng, mangan, dan juga lithium sebelum tahun 1970.
Secara umum, penambahan logam paduan hingga konsentrasi tertentu akan meningkatkan kekuatan tensil dan kekerasan, serta menurunkan titik lebur. Jika melebihi konsentrasi tersebut, umumnya titik lebur akan naik disertai meningkatnya kerapuhan akibat terbentuknya senyawa, kristal, atau granula dalam logam.
Namun, kekuatan bahan paduan alumunium tidak hanya bergantung pada konsentrasi logam paduannya saja, tetapi juga bagaimana proses perlakuannya hingga alumunium siap digunakan, apakah dengan penempaan, perlakuan panas, penyimpanan, dan sebagainya.

3. PADUAN ALUMUNIUM-SILIKON

Paduan alumunuium dengan silikon hingga 15% akan memberikan kekerasan dan kekuatan tensil yang cukup besar, hingga mencapai 525 MPa pada alumunium paduan yang dihasilkan pada perlakuan panas. Jika konsentrasi silikon lebih tinggi dari 15%, tingkat kerapuhan logam akan meningkat secara drastis akibat terbentuknya kristal granula silika.

4.PADUAN ALUMUNIUM-MAGNESIUM

Keberadaan magnesium hingga 15,35% dapat menurunkan titik lebur logam paduan yang cukup drastis, dari 660 oC hingga 450 oC. Namun, hal ini tidak menjadikan alumunium paduan dapat ditempa menggunakan panas dengan mudah karena korosi akan terjadi pada suhu di atas 60 oC. Keberadaan magnesium juga menjadikan logam paduan dapat bekerja dengan baik pada temperatur yang sangat rendah, di mana kebanyakan logam akan mengalami
failure pada temperatur tersebut.

5. PADUAN ALUMUNIUM-TEMBAGA

Paduan aluminium-tembaga juga menghasilkan sifat yang keras dan kuat, namun rapuh. Umumnya, untuk kepentingan penempaan, paduan tidak boleh memiliki konsentrasi tembaga di atas 5,6% karena akan membentuk senyawa CuAl2 dalam logam yang menjadikan logam rapuh.

6. PADUAN ALUMUNIUM-MANGAN

Penambahan mangan memiliki akan berefek pada sifat dapat dilakukan pengerasan tegangan dengan mudah (work-hardening) sehingga didapatkan logam paduan dengan kekuatan tensil yang tinggi namun tidak terlalu rapuh.
Selain itu, penambahan mangan akan meningkatkan titik lebur paduan alumunium.

7. PADUAN ALUMUNIUM-SENG

Paduan alumunium dengan seng merupakan paduan yang paling terkenal karena merupakan bahan pembuat badan dan sayap pesawat terbang. Paduan ini memiliki kekuatan tertinggi dibandingkan paduan lainnya, alumunium dengan 5,5% seng dapat memiliki kekuatan tensil sebesar 580 MPa dengan elongasi sebesar 11% dalam setiap 50 mm bahan. Bandingkan dengan alumunium dengan 1% magnesium yang memiliki kekuatan tensil sebesar 410 MPa namun memiliki elongasi sebesar 6% setiap 50 mm bahan.

8. PADUAN ALUMUNIUM-LITHIUM

Lithium menjadikan paduan alumunium mengalami pengurangan massa jenis dan peningkatan modulus elastisitas; hingga konsentrasi sebesar 4% lithium, setiap penambahan 1% lithium akan mengurangi massa jenis paduan sebanyak 3% dan peningkatan modulus elastisitas sebesar 5%. Namun aluminium-lithium tidak lagi diproduksi akibat tingkat reaktivitas lithium yang tinggi yang dapat meningkatkan biaya keselamatan kerja.

9. PADUAN ALUMUNUIM-SKANDIUM

Penambahan skandium ke alumunium membatasi pemuaian yang terjadi pada paduan, baik ketika pengelasan maupun ketika paduan berada di lingkungan yang panas. Paduan ini semakin jarang diproduksi, karena terdapat paduan lain yang lebih murah dan lebih mudah diproduksi dengan karakteristik yang sama, yaitu paduan titanium. Paduan Al-Sc pernah digunakan sebagai bahan pembuat pesawat tempur Rusia, MIG, dengan konsentrasi Sc antara 0,1-0,5% (Zaki, 2003, dan Schwarz, 2004).
10. Paduan Aluminium-Besi
Besi (Fe) juga kerap kali muncul dalam alumunium paduan sebagai suatu “kecelakaan”. Kehadiran besi umumnya terjadi ketika pengecoran dengan menggunakan cetakan besi yang tidak dilapisi batuan kapur atau keramik. Efek kehadiran Fe dalam paduan adalah berkurangnya kekuatan tensil secara signifikan, namun diikuti dengan penambahan kekerasan dalam jumlah yang sangat kecil. Dalam paduan 10% silikon, keberadaan Fe sebesar 2,08% mengurangi kekuatan tensil dari 217 hingga 78 MPa, dan menambah skala Brinnel dari 62 hingga 70. Hal ini terjadi akibat terbentuknya kristal Fe-Al-X, dengan X adalah paduan utama alumunium selain Fe.
Kelemahan alumunium paduan adalah pada ketahanannya terhadap lelah (fatigue). Aluminium paduan tidak memiliki batas lelah yang dapat diperkirakan seperti baja, yang berarti failure akibat fatigue dapat muncul dengan tiba-tiba bahkan pada beban siklik yang kecil.
Satu kelemahan yang dimiliki alumunium murni dan paduan adalah sulit memperkirakan secara visual kapan alumunium akan mulai melebur, karena alumunium tidak menunjukkan tanda visual seperti baja yang bercahaya kemerahan sebelum melebur.

11. ALUMUNIUM PADUAN COR

Alumunium dapat dicor di cetakan pasir/tanah liat, cetakan besi, atau cetakan baja dengan diberi tekanan. Logam cor dapat lebih cepat mengeras jika dicor dengan cetakan logam, sehingga akan menghasilkan efek yang sama seperti efek quenching, yaitu memperkeras logam.
Pengecoran dengan besi harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan intrusi besi ke dalam paduan, menyebabkan paduan memiliki komposisi yang tidak diinginkan. Proses pengecoran, selain harus terbebas dari pengotor pencetaknya, juga harus terbebas dari uap air. Alumunium, dalam temperatur tinggi, dapat bereaksi dengan uap air membentuk alumunium hidroksida dan gas hidrogen. Aluminium cair, sepeti logam cair pada umumnya, dapat melarutkan gas tersebut, dan ketika logam mulai mendingin dan menjadi padat, gelembung-gelembung hidrogen akan terbentuk di dalam logam, menyebabkan logam menjadi berpori-pori dan menyebabkan logam semakin rapuh.
Untuk mencegah keberadaan gas hidrogen dalam logam, pengecoran sebaiknya dilakukan dalam keadaan kering dan tidak lembab serta logam tidak dilelehkan pada temperatur jauh di atas titik lelehnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanur listrik, namun hal ini akan meningkatkan biaya produksi.
Komposisi utama alumunium paduan cor pada umumnya adalah tembaga, silikon, dan magnesium. Al-Cu memberikan keuntungan yaitu kemudahan dalam pengecoran dan memudahkan pengerjaan permesinan. Al-Si memmberikan kemudahan dalam pengecoran, kekuatan, ketahanan pada temperatur tinggi, dan pemuaian yang rendah. Sifat pemuaian merupakan sifat yang penting dalam logam cor dan ekstrusi, yang pada umumnya merupakan bagian dari mesin. Al-Mg juga memberikan kekuatan, dan lebih baik dibandingkan Al-Si karena memiliki ketahanan yang lebih tinggi hingga logam mengalami deformasi plastis (elongasi). Namun konsentrasi lebih dari 10% dapat mengurangi kemudahan dalam pengecoran.

KAMI SIAP MELAYANI pembuatan dan pemsangan kusen alumuniun di buaran dan sekitarnya.

Dengan harga mulai dari 75.000/ml (tergantung volume pemesanan).

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

 

PINTU KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM. 

085774070476, JASA KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA, PINTU KUSEN ALUMUNIUM JAKARTA, JENDELA ALUMUNIUM JAKARTA.

JASA KUSEN ALUMUNIUM, PINTU KUSEN ALUMUNIUM, TUKANG KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM.

SOLUSI INDAN RUANGAN ANDA.

PINTU KUSEN ALUMUNIUM , JENDELA KUSEN ALUMUNIUM.

 

Alumkaca.com bergerak dibidang jasa pembuatan dan pemasangan pintu dan jendela kusen alumunium.

Penjelasan tentang alumunium murni dibawah ini :

1. ALUMUNIUM MURNI

Alumunium 99% tanpa tambahan logam paduan apapun dan dicetak dalam keadaan biasa, hanya memiliki kekuatan tensil sebesar 90 MPa, terlalu lunak untuk penggunaan yang luas sehingga seringkali aluminium dipadukan dengan logam lain.

2. ALUMUNIUM PADUAN

Elemen paduan yang umum digunakan pada alumunium adalah silikon, magnesium, tembaga, seng, mangan, dan juga lithium sebelum tahun 1970.
Secara umum, penambahan logam paduan hingga konsentrasi tertentu akan meningkatkan kekuatan tensil dan kekerasan, serta menurunkan titik lebur. Jika melebihi konsentrasi tersebut, umumnya titik lebur akan naik disertai meningkatnya kerapuhan akibat terbentuknya senyawa, kristal, atau granula dalam logam.
Namun, kekuatan bahan paduan alumunium tidak hanya bergantung pada konsentrasi logam paduannya saja, tetapi juga bagaimana proses perlakuannya hingga alumunium siap digunakan, apakah dengan penempaan, perlakuan panas, penyimpanan, dan sebagainya.

3. PADUAN ALUMUNIUM-SILIKON

Paduan alumunuium dengan silikon hingga 15% akan memberikan kekerasan dan kekuatan tensil yang cukup besar, hingga mencapai 525 MPa pada alumunium paduan yang dihasilkan pada perlakuan panas. Jika konsentrasi silikon lebih tinggi dari 15%, tingkat kerapuhan logam akan meningkat secara drastis akibat terbentuknya kristal granula silika.

4.PADUAN ALUMUNIUM-MAGNESIUM

Keberadaan magnesium hingga 15,35% dapat menurunkan titik lebur logam paduan yang cukup drastis, dari 660 oC hingga 450 oC. Namun, hal ini tidak menjadikan alumunium paduan dapat ditempa menggunakan panas dengan mudah karena korosi akan terjadi pada suhu di atas 60 oC. Keberadaan magnesium juga menjadikan logam paduan dapat bekerja dengan baik pada temperatur yang sangat rendah, di mana kebanyakan logam akan mengalami
failure pada temperatur tersebut.

5. PADUAN ALUMUNIUM-TEMBAGA

Paduan aluminium-tembaga juga menghasilkan sifat yang keras dan kuat, namun rapuh. Umumnya, untuk kepentingan penempaan, paduan tidak boleh memiliki konsentrasi tembaga di atas 5,6% karena akan membentuk senyawa CuAl2 dalam logam yang menjadikan logam rapuh.

6. PADUAN ALUMUNIUM-MANGAN

Penambahan mangan memiliki akan berefek pada sifat dapat dilakukan pengerasan tegangan dengan mudah (work-hardening) sehingga didapatkan logam paduan dengan kekuatan tensil yang tinggi namun tidak terlalu rapuh.
Selain itu, penambahan mangan akan meningkatkan titik lebur paduan alumunium.

7. PADUAN ALUMUNIUM-SENG

Paduan alumunium dengan seng merupakan paduan yang paling terkenal karena merupakan bahan pembuat badan dan sayap pesawat terbang. Paduan ini memiliki kekuatan tertinggi dibandingkan paduan lainnya, alumunium dengan 5,5% seng dapat memiliki kekuatan tensil sebesar 580 MPa dengan elongasi sebesar 11% dalam setiap 50 mm bahan. Bandingkan dengan alumunium dengan 1% magnesium yang memiliki kekuatan tensil sebesar 410 MPa namun memiliki elongasi sebesar 6% setiap 50 mm bahan.

8. PADUAN ALUMUNIUM-LITHIUM

Lithium menjadikan paduan alumunium mengalami pengurangan massa jenis dan peningkatan modulus elastisitas; hingga konsentrasi sebesar 4% lithium, setiap penambahan 1% lithium akan mengurangi massa jenis paduan sebanyak 3% dan peningkatan modulus elastisitas sebesar 5%. Namun aluminium-lithium tidak lagi diproduksi akibat tingkat reaktivitas lithium yang tinggi yang dapat meningkatkan biaya keselamatan kerja.

9. PADUAN ALUMUNUIM-SKANDIUM

Penambahan skandium ke alumunium membatasi pemuaian yang terjadi pada paduan, baik ketika pengelasan maupun ketika paduan berada di lingkungan yang panas. Paduan ini semakin jarang diproduksi, karena terdapat paduan lain yang lebih murah dan lebih mudah diproduksi dengan karakteristik yang sama, yaitu paduan titanium. Paduan Al-Sc pernah digunakan sebagai bahan pembuat pesawat tempur Rusia, MIG, dengan konsentrasi Sc antara 0,1-0,5% (Zaki, 2003, dan Schwarz, 2004).
10. Paduan Aluminium-Besi
Besi (Fe) juga kerap kali muncul dalam alumunium paduan sebagai suatu “kecelakaan”. Kehadiran besi umumnya terjadi ketika pengecoran dengan menggunakan cetakan besi yang tidak dilapisi batuan kapur atau keramik. Efek kehadiran Fe dalam paduan adalah berkurangnya kekuatan tensil secara signifikan, namun diikuti dengan penambahan kekerasan dalam jumlah yang sangat kecil. Dalam paduan 10% silikon, keberadaan Fe sebesar 2,08% mengurangi kekuatan tensil dari 217 hingga 78 MPa, dan menambah skala Brinnel dari 62 hingga 70. Hal ini terjadi akibat terbentuknya kristal Fe-Al-X, dengan X adalah paduan utama alumunium selain Fe.
Kelemahan alumunium paduan adalah pada ketahanannya terhadap lelah (fatigue). Aluminium paduan tidak memiliki batas lelah yang dapat diperkirakan seperti baja, yang berarti failure akibat fatigue dapat muncul dengan tiba-tiba bahkan pada beban siklik yang kecil.
Satu kelemahan yang dimiliki alumunium murni dan paduan adalah sulit memperkirakan secara visual kapan alumunium akan mulai melebur, karena alumunium tidak menunjukkan tanda visual seperti baja yang bercahaya kemerahan sebelum melebur.

11. ALUMUNIUM PADUAN COR

Alumunium dapat dicor di cetakan pasir/tanah liat, cetakan besi, atau cetakan baja dengan diberi tekanan. Logam cor dapat lebih cepat mengeras jika dicor dengan cetakan logam, sehingga akan menghasilkan efek yang sama seperti efek quenching, yaitu memperkeras logam.
Pengecoran dengan besi harus dilakukan dengan hati-hati karena dapat menyebabkan intrusi besi ke dalam paduan, menyebabkan paduan memiliki komposisi yang tidak diinginkan. Proses pengecoran, selain harus terbebas dari pengotor pencetaknya, juga harus terbebas dari uap air. Alumunium, dalam temperatur tinggi, dapat bereaksi dengan uap air membentuk alumunium hidroksida dan gas hidrogen. Aluminium cair, sepeti logam cair pada umumnya, dapat melarutkan gas tersebut, dan ketika logam mulai mendingin dan menjadi padat, gelembung-gelembung hidrogen akan terbentuk di dalam logam, menyebabkan logam menjadi berpori-pori dan menyebabkan logam semakin rapuh.
Untuk mencegah keberadaan gas hidrogen dalam logam, pengecoran sebaiknya dilakukan dalam keadaan kering dan tidak lembab serta logam tidak dilelehkan pada temperatur jauh di atas titik lelehnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanur listrik, namun hal ini akan meningkatkan biaya produksi.
Komposisi utama alumunium paduan cor pada umumnya adalah tembaga, silikon, dan magnesium. Al-Cu memberikan keuntungan yaitu kemudahan dalam pengecoran dan memudahkan pengerjaan permesinan. Al-Si memmberikan kemudahan dalam pengecoran, kekuatan, ketahanan pada temperatur tinggi, dan pemuaian yang rendah. Sifat pemuaian merupakan sifat yang penting dalam logam cor dan ekstrusi, yang pada umumnya merupakan bagian dari mesin. Al-Mg juga memberikan kekuatan, dan lebih baik dibandingkan Al-Si karena memiliki ketahanan yang lebih tinggi hingga logam mengalami deformasi plastis (elongasi). Namun konsentrasi lebih dari 10% dapat mengurangi kemudahan dalam pengecoran.

KAMI SIAP MELAYANI pembuatan dan pemsangan kusen alumuniun di buaran dan sekitarnya.

Dengan harga mulai dari 75.000/ml (tergantung volume pemesanan).

 

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA,

085774070476,JASA KUSEN ALUMUNIUM SERPONG, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM SERPONG.

PINTU KUSEN ALUMUNIUM SERPONG, JENDELA ALUMUNIUM  SERPONG, JASA KUSEN ALUMUNIUM  SERPONG.

 

SOLUSI INDAH RUANGAN ANDA

solusi yang tepat untuk design jendela rumah dan jendela kantor saat ini adalah dari alumunium bahannya.ditambah bahan dan model sekarang banyak  pilihannya.

 

PINTU KUSEN ALUMUNIUM, JENDELA KUSEN ALUMUNIUM.           Karena sifatnya yang tahan karat dan keropos itulah alasan kami menggunakan bahan dari alumunium.

 

Sifat teknik bahan aluminium murni dan aluminium paduan dipengaruhi oleh konsentrasi bahan dan perlakuan yang diberikan terhadap bahan tersebut. Aluminium terkenal sebagai bahan yang tahan terhadap korosi. Hal ini disebabkan oleh fenomena pasivasi, yaitu proses pembentukan lapisan aluminium oksida di permukaan logam aluminium segera setelah logam terpapar oleh udara bebas. Lapisan aluminium oksida ini mencegah terjadinya oksidasi lebih jauh. Namun, pasivasi dapat terjadi lebih lambat jika dipadukan dengan logam yang bersifat lebih katodik, karena dapat mencegah oksidasi aluminium.

Kekuatan tensil

Kekuatan tensil adalah besar tegangan yang didapatkan ketika dilakukan pengujian tensil. Kekuatan tensil ditunjukkan oleh nilai tertinggi dari tegangan pada kurva tegangan-regangan hasil pengujian, dan biasanya terjadi ketika terjadinya necking. Kekuatan tensil bukanlah ukuran kekuatan yang sebenarnya dapat terjadi di lapangan, namun dapat dijadikan sebagai suatu acuan terhadap kekuatan bahan.

Kekuatan tensil pada aluminium murni pada berbagai perlakuan umumnya sangat rendah, yaitu sekitar 90 MPa, sehingga untuk penggunaan yang memerlukan kekuatan tensil yang tinggi, aluminium perlu dipadukan. Dengan dipadukan dengan logam lain, ditambah dengan berbagai perlakuan termal, aluminium paduan akan memiliki kekuatan tensil hingga 580 MPa (paduan 7075).

Kekerasan

Kekerasan gabungan dari berbagai sifat yang terdapat dalam suatu bahan yang mencegah terjadinya suatu deformasi terhadap bahan tersebut ketika diaplikasikan suatu gaya. Kekerasan suatu bahan dipengaruhi oleh elastisitas, plastisitas, viskoelastisitas, kekuatan tensil, ductility, dan sebagainya. Kekerasan dapat diuji dan diukur dengan berbagai metode. Yang paling umum adalah metode Brinnel, Vickers, Mohs, dan Rockwell.

Kekerasan bahan aluminium murni sangatlah kecil, yaitu sekitar 65 skala Brinnel, sehingga dengan sedikit gaya saja dapat mengubah bentuk logam. Untuk kebutuhan aplikasi yang membutuhkan kekerasan, aluminium perlu dipadukan dengan logam lain dan/atau diberi perlakuan termal atau fisik. Aluminium dengan 4,4% Cu dan diperlakukan quenching, lalu disimpan pada temperatur tinggi dapat memiliki tingkat kekerasan Brinnel sebesar 135.

Ductility

Ductility didefinisikan sebagai sifat mekanis dari suatu bahan untuk menerangkan seberapa jauh bahan dapat diubah bentuknya secara plastis tanpa terjadinya retakan. Dalam suatu pengujian tensil, ductility ditunjukkan dengan bentuk neckingnya; material dengan ductility yang tinggi akan mengalami necking yang sangat sempit, sedangkan bahan yang memiliki ductility rendah, hampir tidak mengalami necking. Sedangkan dalam hasil pengujian tensil, ductility diukur dengan skala yang disebut elongasi. Elongasi adalah seberapa besar pertambahan panjang suatu bahan ketika dilakukan uji kekuatan tensil. Elongasi ditulis dalam persentase pertambahan panjang per panjang awal bahan yang diujikan.

Aluminium murni memiliki ductility yang tinggi. Aluminium paduan memiliki ductility yang bervariasi, tergantung konsentrasi paduannya, namun pada umumnya memiliki ductility yang lebih rendah dari pada aluminium murni, karena ductility berbanding terbalik dengan kekuatan tensil, serta hampir semua aluminum paduan memiliki kekuatan tensil yang lebih tinggi dari pada aluminium murni.

 

Itulah alasan alumkaca.com menggunakan dari alumunium bahannya.

 

PINTU KUSEN ALUMUNIUM , JENDELA KUSEN ALUMUNIUM.

 

Harga alumunium jaman dahulu sangat mahal beda dengan zaman sekarang. dan sekarang banyak macam merk yang dipakai dan kualitas tidak jauh berbeda.semua jenis alumuniaum tidak mudah keropos dan tahan lama beikut merk-merk alumunium saat ini. 1. YKK 2. Alcan 3. Supereks ; Indal 4. Aleksindo 5. Alco ; Alcomeks.